Oktober 08, 2012

Blogger dan Freelancer, Sinergi yang Memuaskan

Siapa yang ngaku blogger? Kamu? Kamu? atau kamu yang di pojok sana? Yup. Semua yang memiliki blog (walau jarang update) boleh menamakan dirinya seorang blogger. Beruntunglah, karena saat ini blogger telah banyak dilibatkan dalam acara-acara keren. Seperti contohnya ketika saya membaca undangan dari kang Haris Maulana di facebook tentang acara peluncuran Freelancer.co.id di Nan Xiang resto, Hotel Sultan pada 3 oktober 2012 lalu. Alhamdulillah bisa jadi salah satu yang terdaftar dari jatah 4 orang undangan untuk blogger. Thanks to mba Indah yang membantu mendaftarkan secepat kilat. 

Bersama Mba Indah Juli, kami tiba di tkp pukul 13.30, termasuk on time lho, karena masih segelintir undangan yang hadir di sana. Otomatis, kamilah yang pertama menikmati santapan yang dihidangkan. Lagi-lagi ya, mak, kalau soal gratisan selalu cepet ya, :).

Kurang lebih pukul 15.00 acara dimulai, dibuka oleh MC yang agak sedikit narsis (*kaya saya), hingga akhirnya mengenalkan jajaran direksi dari freelancer.co.id 

Foto : Ani Berta 
Sudah tau apa Freelancer.co.id itu?

Freelancer.co.id adalah sebuah situs regional dari freelancer.com yang telah resmi diluncurkan di Indonesia dan telah mengalami perkembangan yang luarbiasa sejak tahun 2009. Saat ini telah lebih dari 4 juta pengguna di seluruh dunia, di lebih 240 negara. Simpelnya, freelancer seperti situs jual beli untuk pekerjaan, tapi bukan menjual dan menawar barang, melainkan proyek, layanan dan pekerjaan yang dipasang di sebuah pasar yang besar. 

Masih belum ngerti juga? Coba buka web nya freelancer.co.id deh.

Seperti teman-teman ketahui, bahwa dunia online itu banyak memberikan harapan dan penawaran. Termasuk ketika para pebisnis mulai menjajaki internet untuk melakukan promosinya. Setiap tahunnya angka pengguna internet semakin bertambah. Tentu saja, ini kesempatan besar untuk pebisnis dalam mengembangkan bisnisnya bahkan bisa menjelajah pasar dunia. WOW, kan? *koprol dulu. 

Trus, apakah freelancer ini hanya untuk pebisnis alias para pemberi kerjaan saja? Oh tentu tidak. Inilah yang saya suka ketika masuk ke dalam website freelancer. Di sini semua bisa mendapat kesempatan untuk melakukan transaksi. Baik yang memberi pekerjaan, atau yang mencari pekerjaan. Misalnya saya, blogger yang ingin menambah job review. Dengan hanya satu klik ke websitenya freelancer. Saya bisa menemukan ratusan kategori pekerjaan yang bisa saya pilih. Alih-alih mencari job review, bisa saja saya malah tertarik di bidang lain. Asik dan menjanjikan, bukan? Inilah kenapa saya sebut, "Blogger dan Freelancer, Sinergi yang Menjanjikan".  Bisa jadi boss buat diri sendiri. 

Bagaimana menjadi anggota freelancer.coid?
Caranya mudah. Kamu tinggal melakukan registrasi ke website nya freelancer.co.id, sama seperti ketika kamu register pada situs jejaring sosial lainnya. Dan kamu bisa memilih kategori membership silver, gold atau premium, dengan member fee mulai dari $5 per bulan. Aah, masih masuk budget lah. Daripada jajan ngemoll abis ratusan ribu, gak apa-apa kan kalau disisihkan sedikit buat investasi di freelancer? Dan tentunya, setiap kategori membership itu memiliki keistimewaan masing-masing. Namun secara keseluruhan, Insya Allah, aman, nyaman dan terpercaya, serta bisa disesuaikan dengan kondisi masing-masing.

Saya pribadi sangat tertarik. Dan alhamdulillah sudah langsung register di tempat acara. Nah, buat kamu yang ingin tau lebih banyak tentang freelancer.co.id silakan langsung meluncur saja, atau lihat juga infonya melalu fanpage Freelancer Indonesia di facebook. Siapa saja bisa menjadi member di freelancer.co.id. Kalau bisa menambah penghasilan dengan cara yang mudah, kenapa tidak dicoba? Yuk sinergikan jiwa bloggermu dengan freelancer.co.id

Oktober 02, 2012

Nuansa Keindahan Batik dan Perempuan


Speechless...
Itu yang terlintas dan saya rasakan ketika mendengar sedikit kata sambutan dari Pak Erick Meyer di acara Peringatan Hari Batik Nasional yang diadakan di pelataran parkir gedung Indosat di jalan medan merdeka.  Beliau bilang seperti ini ... 
Dalam rangka memperingati hari batik nasional ini, walaupun jajaran direksi kebanyak orang-orang putih (bule), tapi Indosat harus tetap "Indonesia banget" dan tetap berpartisipasi melestarikan budayanya. Untuk itu, hari ini Indosat turut memperingatinya dengan tema, "Indosat, Cinta Batik Indonesia".
Begitulah kira-kira sambutan yang beliau sampaikan tadi.

******
Dalam melestarikan salah satu budaya yang indah ini, Unesco pun tak ketinggalan untuk turut menyatakan bahwa pada tanggal 2 Oktober adalah Hari Batik Dunia (info ini saya dengar ketika dalam perjalan pulang melalui radio di mobil). 

******

Tepat pada pukul 13.30 saya sudah tiba di parkiran gedung Indosat. Di teras lobby gedung terlihat puluhan staf dan media yang sudah siap untuk memulai acara peringatan Hari Batik yang diadakan oleh Indosat kali ini dengan menggunakan pakaian batik, termasuk saya. Lalu memasuki lobby gedung, saya bertemu dengan kang MT (blogger Bogor) dan pak Dian Kelana (kompasiana). Memang, pemandangan memakai batik bukanlah hal yang aneh bagi saya, karena setiap jumat pun kita semua sudah seragam menggunakan batik dengan style nya masing-masing. Namun ketika batik digunakan dalam nuansa yang berbeda, maka di situlah letak keindahan batik semakin memancar.

Kika : Pak Dian kelana, Kang MT dan Om Jay (foto : Om Hazmi Srondol)
Batik bagi saya adalah sebuah keindahan seni yang bernilai tinggi. Saya jadi ingat ketika mengunjungi blog Ceritaeka yang pernah membahas proses pembuatan batik. Dan semua itu melalui proses yang tidak mudah. Pantas saja, batik bisa bernilai sangat tinggi, karena di situlah letaknya, indah. Sama seperti halnya perempuan. Mengapa perempuan begitu istimewa? Karena perempuan adalah nafas kehidupan bagi orang-orang disekitarnya. Perempuan adalah sumber keindahan yang penuh dengan pancaran kasih dan kelembutan. 

Di acara siang tadi, tak ketinggalan pak Erick dan jajaran direksi turut menggunakan batik juga. Hmmm.... bagaimana tampilan pak Erick? Ga usah ditanya deh, ya, hihihi... Dan ternyata yang lebih mencengangkan bagi saya, ketika melihat menara gedung Indosat yang menghadap ke monas itu dibalut oleh kain batik dengan panjang sekitar 150m dan lebar 10m. Kali ini saya pasti bilang WOOW....gilaa, keren abis. Sebegitu besarnya rasa peduli sebuah perusahan pada budaya Indonesia, yang notabene jajaran direksinya bule-bule semua. Yah, semoga saja banyak juga petinggi negara Indonesia turut peduli dengan budaya-budaya lainnya yang ada di Indonesia.

Kain batik membalut menara Indosat

Selamat Hari Batik Nasional
Semoga kita semakin mencintai budaya sendiri, menjaga dan terus melestarikannya.
*****

Maaf ya kalau postingannya super singkat dan materinya kurang padat :)