November 22, 2009

Ketika kita berada di Zona Negatif


Hi pren, inget ga yaa waktu kita sekolah dulu? Kita pernah mengenal sumbu X dan Y, dimana sumbu X itu posisinya menuju ke kanan dan sumbu Y menuju ke atas. Dua duanya memiliki unsure positif. Lalu bagaimana jika kedua unsure itu belum sepenuhnya memiliki karakter positif? Nah, ini lho sedikti sharing yang mudah2an bisa dicerna ama kalian semua. Tapi, di sini aku hanya berbicara soal unsure X yang di dalamnya ada sisi kanan (+) dan sisi kiri (-)

Manusia itu sebetulnya memiliki salah satu unsure yang tidak dapat dipisahkan, Yaitu kebutuhan dan keinginan. Mana sih menurut lu yang harus lebih diutamakan? Pastinya kebutuhan donk yaa.. kita kan butuh makan, butuh mandi, butuh uang, butuh tempat tinggal, butuh pakaian dll. Lalu apa yang menajdi keinginan? Yaaa…seperti pengen punya mobil, pengen punya tivi, motor, pengen liburan ke luar negeri dan masih banyak keinginan keinginan lainnya yang masih membutuhkan kerja keras kita agar dapat memenuhi itu semua. Kalu berbicara soal kebutuhan udah pasti deh semuanya itu positif, karena semua sesuai dengan tempatnya, tapi kalu berbicara soal keinginan, jelas ada yang positif ada juga yang negative.lalu kenapa yaaa sebuah keinginan itu bisa menjadi negative?

Nah, keinginan itu berkaitan dengan sebuah perilaku atau usaha, iya kan? Ibarat air minum, kalau kita haus, masa iya air minum itu tiba2 datang sendiri ke kita. Betul kan? Nah, oleh karena itu kudu usaha donk. Tapi hari gini nih yaaa masih aja ada orang yang susah banget untuk bergerak alias usaha, keinginannyaaa aja banyak, tapi ko ga mau usaha, semua pengen di rubah… pengen merubah nasib lah, pengen kehidupan lebih baik lah..dll, tapi ko engga melakukan apapun. Itulah yang menjadikan sebuah keinginan bisa memiliki unsure negative. Negativenya seperti apa? Yaaaa, misalnya seperti banyak alesan, pesimis, sehingga dengan begitu terjadilah pengkerdilan semangat atau dengan kata lain disebut juga MALAS. Karena hal2 tadi, kamu jadi merasa apa yang kamu lakukan seolah ga ada artinya, apa yang kamu lakukan sepertinya ga menghasilkan apa, semua jadi berasa serba kekurangan dan banyak juga yang secara tidak sadar jadi kurang bersyukur pada karunia Allah Swt. Hhhmmmmm….Tapi itu semua pilihan ko, dan setiap orang bebas kan ya menentukan pilihannya masing2.

Coba deh pikirin lagi, mau berubah ga? Jawabnya pati mau, tapi apakah sudah siap tempur belum? Jawabannya “belum semua mau”, karena pada kenyataannya perasaan, pikiran dan tindakan itu kadang berbeda2. Kalu pikiran dan perasaan sudah sinkron…tinggal tindakan donk yaaa…heheheh…bisa ga tu nguasain yg namanya bertindak.

Minimal kalu kita sudah memiliki unsure negative dalam sumbu X, sebelum menuju sumbu X yang positif, ditengah2nya kan ada titik nol tuh… yaa kembalikan dulu deh kesitu, lebih baik di titik nol kan daripada minus terus, apalagi kalu minusnya sudah mencapai minus yang 10 ke atas, duuuuhhh… amit2 deh *sambil ngetok2 meja nih….

Jadi, ketika kita kembali ke titik nol dalam sumbu X, cobalah gunakan indera vital kita sebagai manusia, yaitu mata dan telinga. Karena dengan mata kita bisa melihat segala yang ada di muka bumi ini, sehingga kita bisa lebih berpikir realisitis berdasarkan keyakinan kita apa yang harus kita kerjakan, sedangkan telinga.. kita bisa mendengar apapun di sekeliling kita, termasuk suara hati kita dalam melakukan sesuatu, sehingga kita bisa bertindak berdasarkan nurani kita dengan berdasarkan kepada keyakinan kita masing.

So, apakah kamu akan terus berada di zona negative, atau akan bergerak menuju arah yang lebih positif? Pilihan ada di tangan kamu sendiri, tapi inget ya pren… semua itu sebab akibat. Kalu kamu membiarkan diri berlarut2 dalam unsure X (-) alias negative, tau sendiri donk akibat dari itu semua… mungkin ga akan terasa sekarang atau bahkan ga keliatan…. Hanya saja jangan biarkan itu semua lama2 menjadi bukit… baru deh kerasa tuh, semoga engga deh yaaa…


Tidak ada komentar: